Transpirasi dan Gutasi – Pengertian, Proses dan Perbedannya

Posted on

Transpirasi Dan Gutasi Pada Tumbuhan

Transpirasi Dan Gutasi Pada Tumbuhan – Telah kita ketahui bahwa tumbuhan memiliki berbagai bagian tubuh, salah satunya yaitu akar dan daun. Akar merupakan bagian tumbuhan yang tertanam di dalam tanah dengan fungsi sebagai penyerap zat-zat makanan dan air. Sedangkan daun juga bagian dari tumbuhan yang sangat penting sebagai tempat pembuatan makanan (fotosintesis), tempat respirasi (bernafas), transpirasi, dan sebagai alat perkembangbiakan vegetatif. Berikut ini penjelasan mengenai Transpirasi Dan Gutasi Pada Tumbuhan.

Pengertian Transpirasi

Transpirasi merupakan proses penguapan dari tumbuhan ke udara melalui daun. Ketika benih kecil hanya menguapkan beberapa tetes air dalam seminggu, berbeda hal nya dengan pohon dewasa yang mampu mnguapkan lebih dari 1000 liter/hari. Selama proses transpirasi air akan menguap dari daun melalui celah kecil yang biasa disebut dengan stomata. Sebagian besar air yang diabsorpsi akar akan ditranspirasi melalui daun.

Proses Transpirasi Pada Tumbuhan

Transpirasi dapat juga diartikan sebagai hilangnya air dalam bentuk uap dari tubuh tumbuhan melalui penguapan. Penguapan air tersebut akan menciptakan daya isap sehingga tumbuhan dapat menyerap mineral dan nutrient penting dari dalam tanah. Rasio antara hilangnya air dalam proses transpirasi dengan produksi bahan kering yang berlangsung selama pertumbuhan merupakan ukuran efisiensi penggunaan air oleh tumbuhan.

Semakin besar ratio, akan semakin berkurangnya efisien sejenis tumbuhan tersebut dalam hal penggunaan air. Sebagian besar tanaman budidaya akan mempunyai rasio transpirasi sekitar 100-500 atau bahkan bisa lebih. Hal tersebut berarti tanaman membutuhkan 100-500 gram air untuk dapat menghasilkan 1 gram bahan kering tumbuhan. Maka dari itu, beberapa jenis tumbuhan yang hidup di darat sangat tidak efisien dalam penggunaan air.

Kehilangan air pada saat proses transpirasi dapat terjadi dari setiap bagian tumbuhan yang berhubungan dengan atmosfir. Namun, pada umumnya sebagian besar berlangsung melalui daun menggunakan stomata. Kutikula memiliki sifat impermeable terhadap air, sehingga transpirasi yang berlangsung melalui kutikula relative sangat kecil. Hal tersebut karena jika menguapkan 1 gram air maka akan dibutuhkan energy panas sebanyak 500 kal. Maka dari itu, transpirasi akan menimbulkan pengaruh pendinginan pada daun.

Penguapan air membutuhkan panas yang berasal dari sinar matahari, yang dapat disalurkan melalui tiga cara, yaitu:
1. Sebagai cahaya langsung, melalui pantulan atau difusi
2. Sebagai radiasi panas melalui atmosfir, tanah, atau benda yang ada disekitarnya
3. Oleh aliran konveksi yaitu aliran udara panas melalui daun. Jumlah panas yang diabsorpsi daun, hanya beberapa bagian kecil saja yang diterima sebagai panas penghantar dari bagian tubuh tumbuhan lainnya.
Pada umumnya laju transpirasi daun menunjukkan siklus harian. Ketika hari cerah, terjadi peningkatan transpirasi yang cepat di pagi hari, dan akan mencapai puncak pada lewat tengah hari, kemudian akan diikuti penurunan pada sore dan malam harinya.

Proses Gutasi Pada Tumbuhan

Selain mengalami transpirasi, tumbuhan juga akan mengalami proses gutasi. Gutasi merupakan proses pelepasan air dalam bentuk cair melalui jaringan daun. Proses gutasi ini terjadi disaat kondisi tanah sesuai, sehingga penyerapan air tinggi tetapi laju penguapan nya rendah ataupun saat penguapan air sulit terjadi karena kelembapan udara tinggi. Proses gutasi ini akan terjadi di dalam struktur daun yang mirip dengan stomata yang bernama hidatoda. Pengeluaran air melalui proses gutasi akan terjadi akibat dari adanya tekanan positif dari bagian tumbuhan yaitu akar.

Meskipun laju transpirasi rendah, akar akan terus menyerap air dan mineral sehingga menyabkan air yang masuk kejaringan lebih banyak dibandingkan dengan air yang dilepas keluar. Kondisi yang tidak mendukung dengan terjadinya tekanan akar, yaitu ketika suhu dingin dan tanah kering karena dapat menghambat terjadinya gutasi. Asupan mineral yang kurang juga dapat memengaruhi terjadinya proses gutasi.

Perbedaan Transpirasi Dan Gutasi

Selain mengetahui proses terjadinya Transpirasi Dan Gutasi Pada Tumbuhan perlu diketahui juga bagaimana perbedaan dari kedua proses tersebut. Berikut ini beberapa hal yang dapat membedakannya.

  1. Pada proses transpirasi bentuk air yang dilepaskan berbentuk uap air, sedangkan pada proses gutasi dalam bentuk titik-titik air (cair).
  2. Pada proses gutasi kualitas air yang dilepaskan mengandung senyawa-senyawa yang telah larut serta mengandung garam dan mineral. Sedangkan dalam proses transpirasi kualitas air yang dilepaskan berupa air murni.
  3. Berdasarkan mekanismenya dalam proses transpirasi air dilepaskan melalui stomata, kutikula, dan atau lentisel. Sedangkan dalam proses gutasi air dilepaskan melalui struktur pada daun yang biasa disebut dengan hidatoda menuju ujung pembuluh daun.
  4. Berdasarkan regulasi aktivitas, pada proses gutasi pembukaan hidatoda tidak dapat diregulasi. Sedangkan jika pada proses transpirasi regulasi melalui stomata diatur oleh sel penjaga.
  5. Berdasarkan waktu terjadinya, proses gutasi terjadi pada waktu malam atau pagi hari. Sedangkan pada proses transpirasi terjadi pada saat adanya sinar matahari (melalui stomata) dan berlangsung sepanjang hari (melalui kutikula atau lenti sel).

Demikian itulah penjelasan menganai Transpirasi Dan Gutasi PadaTumbuhan yang dapat kita ketahui bahwa kedua proses tersebut terjadi di setiap harinya dan mendukung proses pertumbuhan. Maka dari itu, merawat tanaman dengan lebih baik dan memberikan kebutuhan nutrisi dengan cara memberikan air dan sinar matahari yang cukup dapat membantu proses transpirasi dan gutasi tersebut. Sehingga dengan demikian tanaman dapat memberikan manfaat yang positif bagi kita. Semoga pembahasan kali ini dapat memberikan wawasan dan bermanfaat bagi kita semua.

Baca juga: