Sistem Gerak Pada Tumbuhan Higroskopis Beserta Contohnya

Posted on

Sistem Gerak Pada Tumbuhan Higroskopis Beserta Contohnya

Sistem Gerak Pada Tumbuhan Higroskopis – Tidak hanya manusia yang dapat melakukan gerakan. Pada bagian tumbuhan seperti ujung akar, ujung tunas, atau pada bagian lembar daun tertenu pada tumbuhan juga mengalami gerak. Jika gerakan padaa tubuh manusia disebabkan oleh adanya otot yang saling berkontraksi dan bekerja sama dengan sendi, tulang, dan saraf, maka beda halnya dengan gerakan yang terjadi pada tumbuhan.

Gerakan pada tumbuhan disebabkan karena adanya gangguan atau stimulasi dari lingkungan (iritabilitas) serta disebabakan juga oleh adanya pertumbuhan. Setelah mendapatkan stimulasi maka tumbuhan akan menanggapi dengan melakukan gerakan menuju arah sumber stimulasi, menjauh, atau bahkan melakukan gerakan tanpa menunjukkan arah tertentu.

Sistem Gerak Pada Tumbuhan Higroskopis

Pada lingkungan sekitar anda pastinya sering menjumpai dan melihat perkembangan dari tanaman yang sedang tumbuh disekitar rumah. Dari hari ke hari tanaman tersebut pastinya menjadi jauh lebih besar atau bahkan menjalar lebih lebat di atas pagar. Gerakan yang dilakukan oleh tanaman cukup banyak, yakni dengan membelok, gerak tumbuh, atau melilit. Gerakan-gerakan yang dihasilkan tersebut tidak terlihat dengan jelas. Hal ini dikarenakan gerak tumbuhan hanya dilakukan dan dialami oleh sebagian tubuh tumbuhan saja dan tidak seluruhnya. Beberapa jenis gerak tumbuhan berdasarkan penyebabnya dapat dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu Sistem Gerak Pada Tumbuhan Higroskopis, gerak etionom, dan gerak endonom.

Gerak etionom adalah gerakan yang disebabkan adanya stimulasi dari luar tubuh tumbuhan. Gerak ini dapat digolongkan menjadi beberapa jenis, yaitu gerak nasti, gerak triposme, dan gerak taksis. Sedangkan gerak endonom merupakan gerakan pada tumbuhan yang disebabkan adanya stimulasi dari dalam tumbuhan itu sendiri. Gerak ini biasa disebut dengan gerakan otonom atau spontan. Nah, untuk jenis gerak tumbuhan yang ke-tiga yaitu gerak higroskopis. Sistem Gerak Pada Tumbuhan Higroskopis yaitu pergerakan yang terjadi akibat adanya fisiologi kehilangan kadar air pada tanaman. Gerak ini pada umumnya terjadi pada bagian tumbuhan dan tidak ada stimulasi atau rangsangan dari luar.

Pergerakan pada tumbuhan merupakan cara dalam menanggapi rangsangan dan rangsangan internal hanya terjadi pada gerak higroskopis. Hal tersebut terjadi dengan alami karena proses fisiologis. Proses ini terjadi karena adanya kepentingan tubuh dalam metabolisme karbohidrat ketika melangsungkan pertumbuhan dan perkembangan. Di dalam tubuh tumbuhan sistem fisiologis akan menyebabkan pengurangan kelembaban dan kadar air akan tetapi tidak melibatkan peran cahaya dalam mempengaruhi pertumbuhan tanaman.

Contoh Gerak higroskopis Pada Tumbuhan

Banyak gerakan yang daapat kita jumpai pada tumbuhan higroskopis. Berikut ini contoh tanaman dengan gerak higroskopis.

1. Kacang panjang

Pada tumbuhan kacang panjang ini sistem higroskopis terjadi pada bagian buahnya. Penurunan kadar air terjadi secara terus menerus, kelembapan serta kadar air otomatis akan mengering. Sehingga pada akhirnya buah menjadi kering dan mati. Kemudian kulit buah akan mengelupas membuka dan biji keluar memencar. Biji selanjutnya akan menjadi individu baru yang bermanfaat untuk meneruskan keturunan. Tumbuhan kacang panjang ini dikategorikan ke dalam sayur yang memiliki banyak manfaat. Dapat tumbuh dengan merambat dan melilit.

2. Buncis

Buncis sama dengan kacang panjang yang dapat dimanfaatkan selagi masih muda, termasuk dalam kategori sayur dan polong-polongan. Ketika masih muda buncis banyak mengandung air dan memiliki serat yang tipis. Serat yang tipis membuat buncis mudah untuk dikonsumsi dan lunak. Apabila buncis sudah mulai tua, maka kulit buncis akan mengeras yang mana sistem fisiologis buncis mengalami penurunan pada kadar air yang dipengaruhi oleh respirasi.

Buah buncis yang tua akan mengering dan mati, organ buncis akan menua dan kulitnya akan mengalami pengerasan. Hal tersebut diakibatkan karena kadar air pada buah buncis semakin berkurang hingga akhirnya kering. Inilah yang dimaksud dengan proses fisiologis alami pada buah buncis dan termasuk gerak higroskopis.

3. Bunga pacar air

Sistem higroskopis yang terjadi pada tumbuhan pacar air terjadi pada buah. Tanaman ini memiliki ciri khas yang unik serta mampu untuk bertahan hidup tanpa adanya akar. Akar berfungsi sebagai penyerap air. Hal inilah yang disebug dengan proses fisiologi pada tanaman pacar sehingga mempunyai kemampuan untuk tetap hidup meskipun tidak memiliki akar. Contoh higroskopis pada tanaman pacar air ini dapat diamati ketika kulit buah tanaman ini pecah. Pada saat buah tersebut mengalami pemecahan maka perubahan bentuk memuntir dan menggulung seperti ulat bulu akan terjadi pada buah ini. Kemudian akan keluar butir-butir biji berwarna coklat tua dengan ukuran yang kecil.

4. Kedelai

Kedelai termasuk ke dalam kategori kacang-kacangan. Saat memasuki masa tua, buah aakan terpecah sebagai proses dari fisiologis pada tumbuhan. Ketika kadar air pada buah kedelai mengalami penurunan, kulit buah akan mengering dan mengeras. Penurunan kadar air tidak dipengaruhi oleh lingkungan luar serta terjadi secara otomatis.

5. Kapuk

Gerak higroskopis pada tumbuhan kapuk juga terjadi pada buahnya. Pada saat kita melihat buah kapuk yang mulai kehilangan kadar air, kulitnya akan mengeras dan mengering serta akan tampak daging serat buah kapuk berwarna putih dengan biji berwarna kehitaman. Daging buah kapuk tersebut hampir sama seperti kapas putih.

Nah, itulah penjelasan mengenai Sistem Gerak Pada Tumbuhan Higroskopis yang pada umumnya terjadi pada tumbuhan yang termasuk dalam kategori polong atau kacang-kacangan. Tumbuhan kacang-kacangan tersebut memiliki banyak manfaat yang dapat kita ambil untuk kesehatan. Semoga penjelasaan di atas dapat memberikan wawasan dan dapat dijadikan sebagai referensi. Terimakasih.

Baca juga: