Proses Pertumbuhan Tanaman Cabai Mulai Dari Tunas

Posted on

Proses Pertumbuhan Tanaman Cabai Mulai Dari Tunas

Proses Pertumbuhan Tanaman Cabai Mulai Dari Tunas – Cabai merupakan tanaman perdu dari famili terong-terongan yang memiliki nama ilmiah Capsicum frustescens. Cabai adalah tanaman yang berasal dari benua Amerika tepatnya yaitu di daerah Peru. Setelah itu, terjadilah penyebaran ke negara-negara benua lainnya, seperti Amerika, Eropa dan Asia termasuk juga Indonesia. Tanaman cabai mempunyai begitu banyak macam tipe pertumbuhan dan beragam bentuk buahnya.

Diperkirakan ada sekitar 20 spesies yang sebagian besar tanaman cabai hidup di Negara asalnya, yaitu Peru. Pada umumnya, masyarakat hanya mengenal beberapa jenis cabai saja, yaitu Cabai besar, cabai keriting, cabai rawit dan paprika. Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa cabai memiliki banyak kandungan gizi dan vitamin. Diantaranya yaitu Kalori, Protein, Lemak, Kabohidarat, Kalsium, Vitamin A, B1 dan Vitamin C. Selain digunakan sebagai pelengkap keperluan rumah tangga, ternyata cabai juga dapat digunakan sebagai keperluan industri diantaranya yaitu, Industri bumbu masakan, industri makanan dan industri obat-obatan atau jamu tradisional.

Karakteristik Tanaman Cabai

Tanaman Cabai adalah tumbuhan perdu berkayu yang termasuk ke dalam sayuran buah semusim dan dapat hidup di daerah dataran rendah hingga dataran tinggi. Cabai memiliki perakaran tunggang yaitu akar primer yang mempunyai panjang berkisar 25-35cm dan sekunder. Sistem perakaran dari tanaman cabai adalah menyebar dan berwarna coklat. Selain memiliki, perakaran tunggang perimer dan sekunder, ternyata cabai juga memiliki batang yang tegak, pangkalnya berkayu dengan panjang sekitar 20-28 cm dan berdiameter sekitar 1,5-2,5 cm. Selain itu, percabangan cabai memiliki sifat dikotomi. Daun cabai merupakan daun tunggal memiliki bentuk oval memanjang, ujungnya meruncing, tulang daun menyirip, dan permukaan daun bagian atas berwarna hijau tua, sedangkan bagian permukaan bawah berwarna hijau muda.

Baca Selengkapnya  Transpirasi dan Gutasi - Pengertian, Proses dan Perbedannya

Bunga cabai disebut hemaprodit atau alat kelamin jantan dan betina dalam satu bunga, berbentuk seperti terompet kecil mempunyai warna putih atau ungu, berbunga sempurna dengan benang sari yang tidak berlekatan. Buah cabai adalah buah buni yang memiliki bentuk seperti kerucut yang memanjang, lurus atau bengkok, ujungnya meruncing, permukaannya licin dengan diameter buah sekitar 1-2 cm dan panjangnya sekitar 4-17 cm, bertangkai pendek, dan menggantung. Buah cabai muda berwarna hijau tua dan setelah masak menjadi warna merah. Biji cabai berwarna kuning, berbentuk pipih, dan berdiameter sekitar 4 mm.

Setelah tadi kita mengenal tanaman cabai, mulai dari akar, batang, bunga dan buah, perlu untuk Anda ketahui, bahwa terdapat 4 tahap atau 4 fase pertumbuhan cabai. Berikut ini adalah Proses Pertumbuhan Tanaman Cabai Mulai Dari Tunas yang akan kami jelaskan dalam ulasan berikut.

1. Fase embrionis ( Lembaga )

Fase embrionis secara umum terjadi, ketika sudah mulai adanya proses penyerbukan di mana proses penyerbukan tersebut akan menghasilkan zigot. Dan zigot tersebut yang lama kelamaan akan menghasilkan biji. Oleh karena itu, pada fase inilah pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan cabai tersebut dimulai.

Dalam budidaya tanaman cabai, para pembudidaya tersebut akan menyebarkan atau menyemaikan benih cabai, ketika sudah berada di waktu yang sudah tepat. Setelah penyemaian atau penyebaran dilakukan, maka biji cabai akan mulai tumbuh menjadi kecambah. Kemudian kecambah dari cabai akan berkembang menjadi bibit cabai yang siap untuk dibudidayakan.

2. Fase Perkecambahan ( Juvenil )

Pada fase perkecambahan atau Juvenil, proses kecambah akan dimulai dari terbentuknya organ tanaman. Di mana akan mulai muncul seperti daun, batang, akar dari hasil kecambah yang akan muncul pertama kalinya dari bibit cabai. Secara umum, tanaman cabai pada masa perkecambahan atau fase juvenil sangat aktif dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tunas–tunas yang baru. Di mana proses perkembangan dan pertumbuhan cabai tersebut tentu saja didukung dengan pupuk tanaman yang baik.

Baca Selengkapnya  Jaringan Tambahan pada Daun : Penjelasan dan Fungsinya Terlengkap

Sehingga dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman cabai bisa dengan secara maksimal dapat berkembang dengan baik. Pada masa perkecambahan ini juga, tanamana akan dipisahkan satu demi satu antara tanaman yang satu dengan yang lainnya. Hal ini dikarenakan, pada tahap perkecambahan perkembangan tanaman cabai sangat cepat, jadi kecambah tanaman cabai harus dipisahkan dengan kecambah tanaman cabai yang lainnya atau diberikan tempat sendiri-sendiri. Fase juvenile ini akan berakhir saat tanaman akan mulai berbunga untuk pertama kalinya. pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan secara umum juga wajib anda perhatikan.

3. Fase Produksi

Pada fase produksi, secara umum tanaman cabai tersebut akan terus melakukan perkembangan. Baik itu dari perkembangan batang, daun dan juga bunga. Pada fase produksi ini akan berhenti ketika tanaman cabai tersebut sudah tidak mampu untuk berkembang lagi secara keseluruhan. Masa produksi merupakan masa yang paling penting dari bagi tanaman cabai.

4. Fase Penuaan ( Senil )

Fase ini adalah fase yang paling terakhir dari sebuah fase tanaman cabai. Pada awalnya, fase ini tidak bisa ditentukan batas waktunya. Akan tetapi, pada saat tanaman padi mulai memasuki fase ini maka akan terlihat bunga dan buah yang dihasilkan. Indukkan tanaman cabai sangat mempengaruhi dalam besar-kecinya ukuran cabai dan juga mempengaruhi rasa pedasnya tanaman cabai. Fase ini akan berakhir ketika cabai tersebut mulai mengering dan mati.

Itulah ulasan tentang Proses Pertumbuhan Tanaman Cabai Mulai Dari Tunas yang bisa kami bagikan kepada Anda. Semoga dengan ulasan ini bisa membantu Anda untuk memulai membudidayakan tanaman cabai. Selamat berkebun. Terima kasih.

Baca juga:

Manfaat Mencangkok Bagi Manusia

Hormon Reproduksi Pria dan Efeknya Bagi Pria