Persendian pada Manusia : Pengertian, Macam dan Contohnya Terlengkap

Posted on

Persendian pada Manusia dan Contohnya Terlengkap

Persendian pada Manusia dan Contohnya – salah satu ciri yang dimiliki makhluk hidup adalah bergerak. Sistem gerak manusia sama dengan sistem gerak pada hewan yaitu berupa sistem rangka. Fungsi rangka manusia selain sebagai alat gerak, juga untuk memberi bentuk tubuh dan menjaga organ-organ tubuh penting didalamnya. Tanpa adanya rangka, maka organ-organ penting dalam sistem tubuh manusia seperti jantung sebagai alat peredaran darah manusia, paru-paru sebagai bagian dari sistem pernafasan pada manusia, dan otak akan mudah terluka.

Sistem rangka terdiri atas susunan jaringan tulang yang saling sambung menyambung menjadi satu kesatuan. Sistem rangka ikut tumbuh seiring dengan perkembangan manusia dari bayi hingga dewasa. Tulang-tulang yang ada dalam tubuh manusia tidak begitu saja menyambung dengan sendirinya. Sambungan antara tulang itu disebut dengan sendi atau persendian. Fungsi utama sendi adalah untuk memberikan stabilitas pergerakan tulang pada tempatnya.

Pengertian Sendi

Sendi adalah penghubung antar tulang sehingga tulang pada manusia dapat digerakkan. Sendi ialah perantara antara tulang yang satu dengan tulang lainnya sehingga tulang tersebut dapat menyatu. Hubungan yang terjadi antar tulang biasa disebut artikulasi.

Macam – Macam Sendi

Macam- macam sendi dibedakan menjadi 4 macam, yaitu sebagai berikut :

1. Persendian Berdasarkan Struktur

Berdasarkan struktur penyusunnya persendian antara tulang dapat dibedakan menjadi menjadi 3, yaitu :

a. Sendi Fibrosa

Persendian ini dihubungkan oleh jaringan fibrosa. Jaringan fibrosa merupakan suatu jaringan yang terdiri dari kolagen, air, dan polisakarida. Jaringan ini sering disebut jaringan ikat padat karena sel dan serat bersatu begitu padat. Berikut ini macam – macam sendi yang termasuk dalam golongan sendi fibrosa antara lain:

  • Sutura, yaitu hubungan antara tulang yang disatukan dengan jaringan fibrosa yang tipis dan kuat (serat Sharpey) sehingga tidak menyisakan adanya rongga sendi.
  • Sindesmosis, yaitu persendian yang dihubungkan oleh jaringan ikat seperti pada tulang tibia dan fibula.
  • Gomphosis, yaitu sendi fibrosa yang menyatukan akar gigi pada alveoli tulang rahang maksilari dan mandibular. Pergerakan dari persendian gomphosis ini sangat terbatas namun tetap bisa digeser, misalnya dengan memakai kawat gigi.

b. Sendi Kartilaginosa

Persendiaan yang arah gerakannya kurang atau terbatas yang dihubungkan oleh tulang rawan hialin. Sendi yang termasuk golongan ini adalah:

  • Sinkondrosis, yaitu jenis persendian yang dihubungkan oleh tulang rawan.
  • Simfisis, yaitu jenis persendian yang dihubungkan cakram tulang rawan fibrosa yang tipis.

c. Sendi Sinovial

Sendi sinovial adalah sendi yang memiliki arah gerak leluasa atau bebas, sendi sinoval ini merupakan sendi yang paling banyak ada pada tubuh manusia. Komponen penyusun sendi sinovial terdiri dari:

  • Rongga sinovial (sinovial cavity), yaitu ruang perbatasan antara dua tulang.
  • Ligamen (ligament), yaitu jaringan ikat yang menghubungkan antara tulang dan tulang.
  • Kapsul sendi (articular capsule), yaitu bagian berserabut yang melapisi sendi. Terdiri atas dua lapisan yaitu membran luar berfibrosa yang dapat mengandung ligamen dan membran dalam yang menghasilkan cairan sinovial.
  • Cairan sinovial (synovial fluid), yaitu suatu cairan yang berfungsi sebagai pelumas sendi.
  • Tulang rawan (Articular cartilage/hialin cartilage), yaitu bagian yang terdiri atas membran fibrosa, yang berfungsi melapisi ujung tulang agar tidak bergesekan saat bergerak. Tulang rawan juga dapat ditemukan pada bagian bagian hidung dan bagian bagian telinga luar

2. Persendian Berdasarkan Sifatnya

Berdasarkan sifatnya persendian dibedakan menjadi 3 sendi, yaitu :

a. Sendi mati (Sinartrosis)

adalah hubungan antara tulang yang tidak memungkinkan adanya gerak. Contoh sinartosis adalah persendian antara tulang tengkorak. Sendi ini memiliki 3 kategori, yaitu sebagai berikut :

  • Sinfibrosis, yaitu jaringan ikat yang menyatukan bagian tulang. Contohnya seperti hubungan antara bagian sejumlah tulang tengkorak.
  • Sinkrindosis, yaitu bagian jaringan tulang rawan hilain yang menghubungkan bagian tulang. Contohnya hubungan yang terjadi antara bagian ruas tulang belakang
  • Sindesmosis, yaitu bagian tulang yang menghasilkan terjadinya sebuah proses gerakan dalam batas tertentu. Contohnya tibiafi-bularis inferior.

b. Sendi kaku (amfiartrosis)

adalah hubungan antara tulang yang memungkinkan adanya sedikit gerak. Sendi tulang rawan termasuk dalam amfiatrosis. Contoh lain seperti sendi pada tulang tulang pergelangan tangan, persendian tulang tulang kaki, dan persendian diantara tulang belakang.

c. Sendi gerak (Diartrosis)

yaitu hubungan antara tulang yang memungkinkan banyak gerakan yang terjadi. Sendi sinovial masuk dalam kategori sandi gerak.

Sendi Diartosis Beradasrakan Arah Geraknya

Berdasarkan arah geraknya, sendi diartosis dibedakan menjadi :

  1. Sendi peluru, yaitu gerakan sendi peluru dapat ke segala arah. Contohnya persambungan antara tulang lengan atas dan tulang belikat atau tulang paha dengan gelang panggul.
  2. Sendi engsel, yaitu gerakan sendi engsel terbatas pada satu arah, misalnya sendi siku tulang atas dan tulang hasta.
  3. Sendi putar, yaitu sendi yang dapat melakukan gerakan berputar atau rotasi, misalnya pada persambungan antara tulang tengkorak dengan tulang atlas.
  4. Sendi geser, yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan tulang yang satu menggeser pada tulang yang lain. Contohnya adalah persendian antar tulang karpal.
  5. Sendi luncur, yaitu sendi yang dapat melakukan gerakan rotasi namun hanya pada satu bidang datar, contohnya adalah sendi persambungan antara tulang pergelangan kaki.
  6. Sendi pelana, yaitu sendi yang dapat melakukan gerakan rotasi namun tidak ke segala arah, contohnya persambungan antara jari tangan dan pergelangan tangan.

Itulah pembahasan tentang Persendian pada Manusia dan Contohnya lengkap. Semoga bermanfaat.

Baca juga: