Pengertian Taman Nasional dan Contohnya Terlengkap

Posted on

Pengertian Taman Nasional dan Contohnya Terlengkap

Pengertian Taman Nasional dan Contohnya – Letaknya yang strategis memang sangat menguntungkan Negara Indonesia. Baik secara astronomis, geografis maupun geologis. Indonesia mempunyai keanekaragaman hayati yang berbeda di setiap wilayah Indonesia. Saat ini saja diperkirakan bahwa 10 % populasi hutan dunia berasal dari Indonesia. Sayangnya, selalu ada tindakan yang bisa merusak populasi hutan tersesut. Padahal terdapat juga beberapa flora dan fauna endemik hanya bisa hidup pada ekosistem dengan karakteristik tertentu.

Pengertian Taman Nasional dan Contohnya Terlengkap

Untuk menjaga kelestarian keanekaragaman hayati tetap seperti biasa. Maka ada beberapa hal yang bisa dibentuk oleh pemerintah. Hal yang bisa dibentuk oleh pemerintah salah satunya adalah cagar alam, swaka marga satwa dan taman nasional. Di postingan kali ini kita akan membahas mengenai Pengertian Taman Nasional dan Contohnya. Simaklah ulasan di bawah ini :

Taman Nasional

Pengertian Taman nasional yaitu sebuah pelestarian alam yang ditandai dengaan mempertahankan ekosistem aslinya dan dikelola dengan sistem zonasi. Biasanya selain berfungsi sebagai pusat konservasi juga bisa dibudidayakan untuk tujuan lain (pariwisata, agama, pendidikan dan lain lain)
Meskipun memiliki karakteristik dan persyaratan yang identik. Setiap negara punya kebijakan tersendiri untuk menetapkan sebuah kawasan sebagai taman nasional. Berdasarkan UU No.5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati, Taman Nasional Indonesia terbentuk.

Ciri Ciri Taman Nasional

Tetapi, pada umumnya taman nasional mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Biasanya di dalam ekosistemnya terdapat flora dan fauna yang unik dan khas. Misalnya taman nasional komodo yang memliki fauna khas peralihan, yaitu komodo.
  2. Ekosistem di dalamnya masih asli
  3. Memiliki luas yang cukup untuk menunjang proses ekologi di dalamnya.
  4. Dikelola melalui sistem zonasi yang mengkotak-kotakkan taman nasional ke dalam beberapa zona (wilayah) sesuai fungsinya.
  5. Pengelolaan Taman Nasional (Zonasi)
  6. Sesuai dengan karakteristik taman nasional yang terakhir.
  7. Taman nasional memiliki areal yang cukup luas.
  8. Wilayah itu bisa meliputi sungai, laut, hutan, gunung atau danau.
  9. Untuk mempermudah sistem pengelolaan, taman nasional dikelola dengan sistem zonasi.
Baca Selengkapnya  4 Manfaat dan Tujuan Biologi Di Bidang Kosmetik Lengkap

Zonasi Taman Nasional

Zonasi taman nasional merupakan suatu proses pengaturan ruang dalam taman nasional menjadi beberapa zona. Proses ini dimulai dengan tahap persiapan. lalu dilanjutakan dengan pengumpulan dan analisis data, penyusunan draft rancangan donasi, konsultasi publik dan perancangan.

Kriteria penetapan zonasi ditetapkan berdasarkan faktor berikut :

  • Derajat tingkat sensitifitas ekologi
  • Keperwakilan (representasion)
  • Keaslian (originality)
  • Kealamiahan (Naturallness)
  • Keunikan (uniqueness)
  • Kelangkaan (Rarityness)
  • Laju kepunahan (Rate of Exhaution)
  • Keutuhan satuan ekositem (Ecosystem Integrity)
  • Keutuhan sumber daya/kawasan (intacness)
  • Luasan Kawasan (Area/Size)
  • Keindahan alam (Natural Beauty)
  • Kenyamanan (Amenity)
  • Kemudahan pencapaian (Accesbility)
  • Nilai sejarah/arkeologi/agama (historical/archeological/religious value)
  • Ancaman manusia (Treat of Human)

Sistem zonasi taman nasional terdiri dari empat zona. Yaitu zona inti, zona rimba (zona bahari untuk wilayah peraiaran), zona pemanfaatan dan zona lain.

1. Zona Inti

Zona inti merupakan taman nasional yang mempunyai keadaan alam yang masih asli dan belum diganggu manusia. Dalam areal ini tidak diperkenankan terjadinya perubahan, baik mengurangi luasnya, mengubah fungsinya, atau menambahkan satwa/flora yang bukan asli.

2. Zona Rimba dan/atau Zona Bahari

Zona rimba merupakan salah satu zona taman nasional yang dibentuk dengan tujuan pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan alam untuk kepentingan penelitian, pendidikan, konservasi, wisata terbatas, dan habitat satwa migran.
Jika taman nasional berada di wilayah peraian, maka zona yang memiliki krakteristik sama dengan zona rimba adalah zona bahari.

3. Zona Pemanfaatan

Zona pemanfaatan adalah salah satu zona yang dibentuk untuk melindungi zona inti. Di dalam zona ini diperbolehkan untuk membangun infrastruktur dan sarana pariwisata. Sesuai Permenhut Nomor P19/Menhut/2004, bahwa pemerintah juga bisa memberikan hak pengusahaan ini kepada pihak ketiga.
Selain itu, zona ini juga dimanfaatkan sebagai media pendidikan, jasa lingkungan dan kegiatan yang menunjang wisata.

Baca Selengkapnya  Mengenal Pertanian Modern Di Indonesia Terbaru

4. Zona Lain

Zona lain adalah salah satu zona dalam taman nasional yang dibangun untuk kebutuhan tertentu. Bisa berupa kebutuhan religi, rehabilitasi dan kebutuhan khusus lainnya. Terdapat beberapa macam zona lain yang sudah diketahui (tidak tertutup kemungkinan, akan dibentuk zona lainnya sesuai kebutuhan) :

  • Zona tradisional, merupakan salah satu jenis zona yang ada di dalam taman nasional yang ditetapkan untuk pemanfaatan tradisional oleh masyarakat. Pada kondisi ini masyarakat “bergantung” pada sumber daya yang ada dalam taman nasional. Sehingga pemanfaatannya bagi masyrakat diperbolehkan.
  • Zona rehabilitasi, adalah jenis zona di dalam taman nasional yang mengalami kerusakan sehingga harus dilakukan rehabillisasi untuk memulihkan ekosistem yang mengalami kerusakan. Pemulihan ini biasanya memakan waktu sampai lima tahun.
  • Zona Religi, Budaya Dan Sejarah adalah salah satu jenis zona dalam taman nasional yang di dalamnya ada berbagai situs religi, peninggalPengertian Taman Nasional dan Contohan warisan budaya, sejarah, serta arkeologi. Dimana hal itu dimanfaatkan untuk beberapa kegiatan keagamaan serta perlindungan terhadap nilai-nilai sejarah dan budaya Negara.
  • Zona khusus, merupakan salah satu jenis zona yang ada di dalam taman nasional yang terbentuk karena kondisi tertentu. Kondisi itu misalnya sudah terdapat pemukiman penduduk sebelum suatu kawasan dijadikan taman nasional. Sehingga di zona ini juga ada beberapa fasilitas berupa infrastruktur, telekomunikasi dan listrik. Taman nasional itu antara lain Taman Nasional Gunung Leungser, Taman Nasional Ujung kulon, Taman Nasional Baluran dan Taman Nasional Komodo.

Demikianlah penjelasan tentang Pengertian Taman Nasional dan Contohnya yang bisa kami sajikan. Semoga artikel kali ini bisa bermanfaat dan menambah pengetahuan kalian. Terima kasih.

Baca juga:

Autoimun : Penyakit Dan Kelainan Pada Sistem Imun Tubuh

Baca Selengkapnya  Aliran Energi Dalam Ekosistem : Pengertian, Bentuk, Tingkatan Dan Contohnya

Cara Membuat Aquascape Tanpa Co2 Termudah