5 Jenis Musang : Pengertian Beserta Penjelasannya Terlengkap

Posted on

Pengertian Musang dan Jenisnya Terlengkap

Pengertian Musang dan Jenisnya – Musang adalah nama umum bagi sekelompok mamalia pemangsa (bangsa karnivora) dari suku Viverridae. Dari berbagai spesiesnya hewan ini kebanyakan merupakan hewan malam atau nokturnal dan pemanjat yang baik. Pada kesempatan kali ini akan dijelaskan mengenai Pengertian Musang dan Jenisnya. Berikut ini adalah penjelasan rincinya :

5 Jenis Musang

A. Pengertian Musang

Musang merupakan sebutan nama yang umum untuk sekelompok mamalia dari suku Viverridae. Banyak sebutan atau nama untuk hewan ini di berbagai daerah, contoh nya: careuh(bhs SUNDA), luak(bhs JAWA) Hewan ini kebanyakan merupakan hewan malam (nokturnal) dan pemanjat yang baik.

B. Jenis – jenis Musang

Berikut jenis-jenis Musang :

1. Musang air (Cynogale bennettii)

Adalah sejenis musang semi-akuatik yang ditemukan di hutan, terutama di dataran rendah, daerah dekat sungai dan lahan berawa-rawa. Musang air memiliki beberapa bentuk adaptasi terhadap habitatnya, antara lain mulut yang lebar dan kaki berselaput dengan alas kaki telanjang dan cakar yang panjang. Moncong hewan ini berbentuk panjang dan memiliki banyak kumis yang panjang pula.

Musang air adalah spesies nokturnal yang memperoleh sebagian besar makanannya di air, yaitu ikan, kepiting, dan moluska air tawar. Musang ini dapat pula memanjat pohon sehingga juga memangsa burung dan buah-buahan. Ia termasuk dalam daftar spesies terancam menurut IUCN.

2. Musang rase atau musang bulan (Viverricula malaccensis)

Adalah sejenis karnivora kecil dalam suku Viverridae. Hewan ini menyebar luas di Asia Selatan dan Tenggara. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai small Indian civet, spesies ini adalah satu-satunya anggota marga Viverricula.
Musang ini bertubuh sedang, panjang kepala dan tubuhnya 540–630 mm, sedangkan ekornya 300–430 mm. Ekornya berbelang-belang dengan 6–9 cincin hitam dan juga putih, dengan ujung yang selalu berwarna putih.

Memiliki kaki yang relatif pendek, 85–100 mm dari ‘tumit’ hingga ujung jari. Berat tubuhnya antara 2–4 kg. Tubuh bagian atas kelabu kecokelatan hingga cokelat pucat kekuningan, biasanya dengan beberapa garis hitam memanjang di punggungnya, dan di bawahnya, beberapa deret memanjang bintik-bintik hitam di sisi tubuhnya. Pada beberapa individu, pola garis-garis dan bintik-bintik itu mengabur. Pola garis-garis di leher bervariasi; pada umumnya dua garis hitam di masing-masing sisi leher, dari belakang telinga ke arah bahu, dan sering pula satu lagi melintang di tenggorokan. Kaki cokelat atau hitam.

3. Musang luwak

Adalah hewan menyusu (mamalia) yang termasuk suku musang dan juga garangan (Viverridae). Nama ilmiahnya adalah Paradoxurus hermaphroditus dan dikenal sebagai musang pulut di Malaysia. Hewan ini juga memiliki berbagai sebutan lain seperti musang (nama umum, Betawi), careuh bulan (Sunda), luak atau luwak (Jawa), serta common palm civet, common musang, house musang atau toddy cat (bahasa Inggris).

Musang ini bertubuh sedang, dengan total panjangnya sekitar 90 cm (termasuk ekor, sekitar 40 cm atau kurang). Abu-abu kecoklatan dengan ekor hitam-coklat mulus. Di sisi atas tubuhnya bewarna abu-abu kecoklatan, dengan variasi dari warna tengguli (coklat merah tua) sampai kehijauan. Jalur yang ada di daerah punggungnya berwarna lebih gelap, biasanya berupa tiga atau lima garis gelap yang tidak begitu jelas dan terputus-putus, atau membentuk deretan bintik-bintik besar.

Seperti aneka kerabatnya dari Viverridae, musang luwak mengeluarkan semacam bau dari kelenjar di dekat anusnya. Samar-samar bau ini menyerupai harum daun pandan, namun dapat pula menjadi pekat dan memualkan. Kemungkinan bau ini digunakan untuk menandai batas-batas teritorinya, dan pada pihak lain untuk mengetahui kehadiran hewan sejenisnya di wilayah jelajahnya.

4. Binturung (Arctictis binturong)

Adalah sejenis musang bertubuh besar, anggota suku Viverridae. Beberapa dialek Melayu menyebutnya binturong, menturung atau menturun. Hewan ini dalam bahasa Inggris disebut Binturong, Malay Civet Cat, Asian Bearcat, Palawan Bearcat, atau secara ringkas Bearcat. Barangkali karena karnivora berbulu hitam lebat ini bertampang mirip beruang yang berekor panjang, sementara juga berkumis lebat dan panjang seperti kucing (bear: beruang; cat: kucing).

Musang yang berekor besar panjang dan bertubuh besar. Memiliki panjang kepala dan tubuh antara 60 – 95 cm, ditambah ekornya antara 50 – 90 cm. Beratnya sekitar 6 – 14 kg, bahkan sampai 20 kg. Berambut panjang dan kasar, berwarna hitam seluruhnya atau kecoklatan, dengan taburan uban keputih-putihan atau kemerahan. Pada masing-masing ujung telinga terdapat seberkas rambut yang memanjang. Ekor berambut lebat dan panjang, terutama di bagian mendekati pangkal, sehingga terkesan gemuk. Ekornya ini dapat mereka gunakan untuk berpegangan pada dahan (prehensile tail), sebagai ‘kaki kelima’. Binturung betina memiliki pseudo-penis alias penis palsu, suatu organ khas yang langka ditemui.

5. Linsang atau Linsang Asia

Adalah dua spesies yang diklasifikasikan dalam subfamili Prionodontinae dalam famili Viverridae. Ada satu genus Asia Tenggara, Prionodon. Kata linsang yang berasal dari Bahasa Jawa (linsang atau wlinsang), dahulunya sering salah diterjemahkan sebagaiotter (berang-berang) dalam kamus Bahasa Inggris. Musang jenis linsang ini aktif di malam hari, umumnya penghuni pohon soliter. Mereka adalah hewan karnivora, makan tupai dan binatang pengerat lainnya, burung kecil, kadal, dan serangga.

Biasanya memiliki ukuran sedikit lebih dari 30 cm (1 kaki), dengan ekor yang panjangnya lebih dari dua kali lipat dari itu. Badan panjang, dengan kaki pendek, memberikan penampilan yang rendah. Semua spesies memiliki tubuh kekuningan dengan belang-belang hitam (garis-garis, bercak dan noda), meskipun distribusi dan sifat belangnya bervariasi antar spesies.
Demikianlah penjelasan mengenai Pengertian Musang dan Jenisnya. Semoga bermanfaat.

Baca juga: