Klasifikasi Bakteri Menurut Bentuk, Pewarna Gram, Suhu dan Oksigen Paling Lengkap

Posted on

Klasifikasi Bakteri Menurut Bentuk, Pewarna Gram, Suhu dan Oksigen

Klasifikasi bakteri paling lengkap – dalam sehari-hari kita sering mendengar kata “bakteri” dan mengasosiakannya dalam hal-hal yang buruk. Realitanya, jenis-jenis bakteri memang kerap menyebabkan hal-hal buruk pada kehidupan manusia, seperti bakteri yang mengakibatkan penyakit TBC, tetanus serta penyakit yang lain penyebab dari bakteri. Nah, pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai klasifikasi bakteri paling lengkap.

Klasifikasi Bakteri Menurut Bentuk

Bakteri dibedakan jadi 4 (empat) berdasarkan bentuknya, yakni coccus, spiral, dan bacilli.

1. Coccus

Coccus ialah bakteri yang memiliki bentuk bulat/ bujur telur. Coccus asalnya dari bahasa yunani (kokkos artinya beri). Organisme coccus dapat hidup secara sendiri, namun dapat pula hidup pada formasi dengan bakteri coccus yang lain. Susunan umum bakteri coccus yakni bakteri (streptococci) berukuran kurang lebih 0,5 hingga 1 mikro meter.

2. Baccilli

Bacalli atau baccillus ialah golongan bakteri yang bentuknya batang, namun ada pula genus bakteri yang namanya bacillus. Perbedaannya ini dari letak penulisannya, apabila bacillus penulisannya ini tidak miring maka merujuk dari bentuk bakteri, sementara bacillus ini penulisannya miring maka merujuk dari genus bakteri.

3. Spiral

Spirochetes/ spirila (spirilum untuk sel tunggal) ialah bakteri yang bentuknya melengkung. Banyak bakteri spirila kaku yang memiliki kemampuan gerak. Terdapat 3 golongan bakteri spiral ini, yakni vibrio spirila, vibrio cholerae dan bakteri spirochetes.

Klasifikasi Bakteri Menurut Pewarnaan Gram

Bakteri ini dibagi menjadi 3 golongan berdasarkan pemberian zat kimia pewarnaan, yakni bakteri gram positif, serta bakteri gram negatif. Ilmuan denmark, bernama hans christian gram telah menemukan metode guna membedakan 2 (dua) jenis bakteri menurut perbedaan struktur dinding selnya.

1. Bakteri gram positifi

Bakteri ini mempertahankan warnya yang kristal violet bernama gram-postifi. Bakteri-gram positif mempunyai lapisan peptidoglycan tebal (lapisan ganda), banyak bakteri gram-positif yang mempunyai asam teitotik dengan tanpa ruang perisplasmik serta tidak memiliki membran luar. Dinding selnya satu lapisan, dengan kandungan lipid dinding sel rendah namun kandungan mureinnya malah lebih tinggi kurang lebih 70-80%.

2. Bakteri gram negatif

Bakteri gram negatif ini tidak dapat mempertahankan warna violet dan juga merah/ merah muda. Golongan pada bakteri ini bernama gram-negatif. Bakteri gram negatif ini lebih bertahan pada antibodi sebab mempunyai dinding sel sulit ditembus. Gram negatuf mempunyai lapisna peptidoglikan tipis, tanpa asam teitoik, mempunyai ruang periplasmik serta mempunyai membran luar.

Klasifikasi Bakteri Menurut Suhu

Bakteri ini dibedakan menjadi 3 golongan menurut adaptasi suhu lingkungannya, yakni thermophile, psychrophile, dan mesopile.

1. Thermophile

Thermophile ialah jenis bakteri dengan tahan hidup pada lingkungan suhu tinggi yakni sekitar 31-122 derajat celcius. Bakteri thermophile tersebut kadang dijumpai di wilayah hangat di bumi, misalnya hot springs, kompos dan lautan dalam hidrotermal. Bakteri ini dibagi lagi menjadi 3 (tiga) golongan, yakni :

a. Obligate thermophile
b. Thermophile fakultatif
c. Gyperthermophile

2. Mesophile

Mesophile ialah jenis bakteri dengan pertumbuhan optimalnya ada di suhu sedang, tidak terlalu panas/ dingin, yakni kurang lebih 20-45 derajat celsius. Habitat guna bakteri meophie kadang ada di yogurt dan keju sebab suhu tubuh manusia ini kurang lebih 37 derajat celsius, sehingga sebagian patogen besar akan menyerang manusia ialah mehophile.
Contoh bakteri mesophile tersebut ialah listeria monocytogenes, escherichia coli dan staphylococcus aureus.

3. Psychrophile

Psychrophile ialah jenis bakteri yang memiliki kemampuan guna tumbuh serta reproduksi di suhu dingin, yakni dari 20-10 derajat celsius. Contohnya arthrobacter sp, pseudomonas, psychrobacter sp, dan hyphomonas dll.

Klasifikasi Bakteri Menurut Kebutuhan Oksigen

Bakteri dibedakan menjadi 4 golongan menurut kebutuhan oksigennya, yakni anaerobik, aerobik , micro-aerobik dan anaerobik fakultatif. Jumlah oksigen yang diperlukan berbeda guna pertumbuhan serta aktivitas metabolik.

1. Aerobik

Aerobik ialah bakteri yang memerlukan oksigen guna proses metabolisme maupun respirasi selulernya. Keuntungan dari respirasi aerobik ini bakteri dapat menghasilkan lebih banyak sebuah energi ATP dibandingkan respirasi anaerobik/ fermentasi, namun sisi negatifnya ini bakteri rawan terkena stress. Contohnya mycobacterium tuberculosis dan juga nocardia asteroides.

2. Anaerobik obligat

Bakteri ini tidak memerlukan kehadiran oksigen guna pertumbuhannya, hingga kemungkinan bakteri anaerobik ini mati bila tidak ada oksigen. Bakteri ini mati bila terekspos di lingkungan konsentrasi oksigen atmosfer 0,95%. Contohnya actinomyces, clostridium, bacteroides, peptostreptococcus, prevotella, fusobacterium dan prophyromonas. Dll

3. Anaerobik aerotoleran

Bakteri ini merupakan bakteri yang tidak memerlukan oksigen guna proses metabolismenya, namun bakteri tersebut dapat melindungi dirinya sendiri atas kehadiran oksigen. Bakteri ini memakai respirasi anaerob serta fermentasi guna memproduksi energi ATP.

4. Anaerobik fakultatif

Bakteri anaerobik fakultatif ialah bakteri yang membuat sebuah energi ATP lewat respirasi aerobik bila terdapat oksigen pada lingkungannya, namun dapat berganti respirasi anaerobik/ fermentasi bila tidka ada oksigen.

5. Micro-aeo philic

Bakteri micro-aerophilic ialah bakteri yang memerlukan adanya oksigen guna bertahan hidup, namun konsentrasinya oksigen ini perlu lebih rendah (2-10% oksigen) terhdap oksigen atmosfer (20% oksigen).

Nah, itulah penjelasan tentang klasifikasi bakteri paling lengkap. Jadi, bakteri ialah organisme prokariotik dengan jumlah paling banyak dan untuk mempermudah dalam kepentingan limbah ini maka sejumlah bakteri tersebut dikelompokkan berdasarkan morfologinya, kebutuhan oksigen, toleransi terhadap suhu lingkungannya dan juga pewarnaan gram. Dengan begitulah maka kita dapat secara mudah mengidentifikasi sebuah bakteri menurut interaksi dengan lingkungannya. Semoga ulasan tulisan ini dapat bermanfaat. Terima kasih.

Baca juga: