Jenis Kekebalan Tubuh Manusia – Pengertian, Fungsi dan Pembagiannya (Spesifik Dan Nonspesifik)

Posted on

Jenis Kekebalan Tubuh Manusia : Spesifik Dan Nonspesifik

Jenis kekebalan tubuh manusia: spesifik dan nonspesifik – di dalam kehidupan manusia sudah pasti kita semua pernah merasakan sakit, baik yang ringan maupun yang berat. Ppada saat seseorang terkena penyakit, maka berarti sistem kekebalannya tidak bekerja secara baik. Hal tersebut kemungkinan didasari dari beberapa faktor diantaranya kelelahan maupun penyakit yang memang terlalu ganas. Lantas apakah yang dimaksud dengan sistem kekebalan tubuh itu? Baik disini akan kami kupas mengenai jenis kekebalan tubuh manusia: spesifik dan nonspesifik.

Jenis Kekebalan Tubuh Manusia

Pengertian Sistem Imun

Sistem imun atau dikenal dengan sistem kekebalan tubuh ialah suatu sistem perlindungan dengan biologis yang terdapat di dalam tubuh manusia yang bertujuan guna menangkal radikal bebas dengan cara menyerang jadi seorang individu ini akan terhindar dari penyakit. Jika sistem tersebut bisa bekerja secara baik, maka seseorang ini akan terhindar dari sebuah serangan virus maupun bakteri, apalagi bisa mencegah terhadap serangan kanker.

Namun, bila sistem tersebut tidak bisa bekerja secara baik maupun dalam keadaan yang lemah, maka kekebalan pada tubuh individu ini akan mudah terjangkit penyakit pula. Hal ini takutnya pada waktu sistem tersebut melemah yakni bisa meningkatkan risiko penyakit kanker.

Fungsi Sistem Imun

Sebuah sistem imun di dalam tubuh pasti mempunyai fungsi masing-masing, dan ini sama halnya pada sistem hormon pada manusia. Berikut adalah fugsi pada sistem imunitas itu, yakni :

1. Sistem pertahanan

Fungsi dari sistem pertahanan ini menjadi sistem pertahanan tubuh pastinya, baik dalam penyakit yang bisa menular maupun yang dikarenakan dari virus bakteri.

2. Keseimbangan homeostatis

Homeostatis ialah keseimbangan ideal di dalam tubuh yang fugsinya guna memenuhi kebutuhan dari tubuh caranya dengan berinteraksi secara menyeluruh pada sistem yang ada dalam tubuh. Jadi imunitas tersebut fungsinya guna menjaga keseimbangan homeostatis uspaya bekerja secara baik.

3. Perbaikan jaringan

Fungsi yang ketiga ini ialah untuk memperbaiki jaringan caranya dengan mengeliminasi sel yang tak normal.

Pembagian Sistem Imun

Sistem kekebalan tubuh dalam manusia ini dibedakan jadi 2 macam, antara lain ialah berdasarkan pada pertahanan yang spesifik dan non spesifik. Beriku ini akan kami jabarkan masing – masing dari pertahanan itu :

1. Pertahanan spesifik

Sistem pertahanan spesifik ialah sistem pertahanan tubu yang peka pada patogen khusus yang masuk dalam tubuh manusia sesudah lewat sistem pertahanan non spesifik. Berikut ini ciri-cirinya :

  • Sangat selektif
  • Bisa mengingat infeksi sebelumnya
  • Reaksi antara seluruh benda asing berbeda
  • Melibatkan pembentukan sel dan antibodi

a. Limfosit

Limfosit adalah bagian dari sistem pertahanan spesifik. Limfosit dibagi dua macam, yakni sel B dan limfosit T (sel T). Berbeda dari sel B yang proses pembentukannya serta pematangannya dalam sumsum tulang namun pematangannya di kelenjar timus.

b. Antibodi

Antibodi/ immuniglobulin ialah sistem pertahanan yang pembentukannya saat ada antigen masuk mauupun bisa dikenal menjadi serumnya antigen. Lantas apakah yang dimaksudah dengan antigen? Antigen ialah semacam patogen namun mereka sama berbahanya jika tak dicegah. Antigen ialah senyawa kimia berwujud protein yang bisa dijumpai di sel kanker/ sel asing masuk.

2. Pertahanan non spesifik

Pertahanan non spesifik ialah sistem pertahanan tubuh yang tidak membedakan diantara mikorbia patogen satu dan lainnya. Pertahanan tersebut yakni pertahanan mekanis, kimia, fisik dan biolohis. Ciri-cirinya yakni :

  • Tidak terlalu selektif
  • Tidak bisa mengingat infeksi sebelumnya
  • Eksposurnya sebagai respon maksimal
  • Ada dalam komponen tertentu yang bisa menangkal radikal bebas.

a. Pertahanan fisik

Pertahanan fisik ialah pertahanan yang ada diluar tubuh misalnya seperti kulit dan juga membran moksa yang tugasnya menjadi benteng khusus guna mencegah masuknya patogen ke dalam tubuh. Yakni yang mana terdiri atas sel paling rapat jadi menyulitkan untuk kita masuk didalam.
Pada kulit kita juga ada keratin serta sedikit air guna menghmabat perkembangbiakan dan pertumbuhan suatu mikroba. Sementara membran mukosa bisa kita jumpai di sistem pernapassan manusia, kelamin dan pencernaan. Tugasnya benteng pertahanan supaya patogen tak masuk dalam tubuh.

b. Pertahanan mekanis

Pertahanan mekanis ialah pertahanan yang bisa ditemui dibagian trakea dan hidung, yakni rambut dan silia. Rambut halus yang ada dalam hidung fungsinya menjadi filter maupun penyaring udara masuk menuju tubuh, sementara silia fungsinya menjadi sapu guna menangkap partikel berbahaya.

c. Pertahanan kimiawi

Pertahanan kimiawi ialah pertahanan yang asalnya dari membran mukosa serta kulit yang menghasilkan senyawa sekret. Sekret ialah zat yang tersusun dari senyawa kimia yang bisa menghambat pertumbuhan dari mikroba. Dalam hal tersebut, kulit kita ini harus menghasilkan minyak serta keringat supaya memberikan pH yang bisa menghambat pertumbuhan serta perkembangan mikroorganisme di dalam kulit kita. Lalu air liur, sekresi mukosa dan air mata mengandung enzim lisozim mempunyai fungsi memberantas baktersi secara hidrologis dinding selnya sampai bakteri ini mati.

d. Pertahanan biologis

Pertahanan biologis ialah pertahanan yang dijalankan oleh sejumlah bakteri yang hidup dalam kulit namun tidak berbahaya. Adanya bakteri di dalam kulit ini bisa memberikan benteng pertahanan supaya bakteri patogen ini tidak masuk serta tidak memperoleh nutrisi.

Itulah jenis kekebalan tubuh manusia: spesifik dan non spesifik. Jadi manusia ini sistem imunnya ditunjang dengan dua sistem pertahanan yakni spesifik dan non spesifik. Keduanya sistem imun ini harus bekerja dengan baik supaya terhindar dari penyakit yang berbahaya. Semoga dengan adanya tulisan ini menambah wawasan kalian. Terima kasih.

Baca juga: