Hormon Oligo Peptida : Pengertian, Fungsi, Perbedaan dan Proses Terjadinya Lengkap

Posted on

Pengertian, Fungsi dan Proses Terjadinya Hormon Oligo Peptida

Hormon oligo peptida – seperti yang telah kita ketahui, bahwa terdapat banyak jenis hormone yang ada dalam tubuh kita. Akan tetaoi, pada kesempatan kali ini kita akan mengenal tentang hormon oligo peptida. Nah, bagi kalian yang belum tau tentang hormone tersebut maka simak ulasan lengkapnya pada artikel ini yang akan membahas mengenai hormone oligo peptide : penjelasan dan fungsinya terlengkap.

1. REAKSI PEMBENTUKAN IKATAN PEPTIDA. R1 O H H H20. H2N – C – C + N – C – COOH  H OH H R2. R1 O H. H2N – C – C – N – C – COOH. H H R2. H2O.  dipeptida, tripeptida, tetrapeptida, pentapeptida, oligopeptida, polipeptida.

Adapun yang dimaksud dari hormone oligo peptide adalah sebuah molekul yang bentuknya dari dua maupun lebih dari asam amino. Peptide dapat diartikan pula menjadi senyawa yang bentuknya akan menghubungkan satu dan bahkan lebih dari dua asam amino dengan ikatan ovalen atau jenis ikatan kimia yang terjadi pada saat atom berbagi ke elektron.

Akan tetapi, jumlah dari asam amino kandungan dalam peptide tidka melebihi 50 molekul. Apabila ternyata jumlahnya tersebut melebihi dari 50 melekul, maka zat ini dinekal sebagai protein. Untuk lebih jelasnya tentang hormone oligo peptide dalam tubuh kita maka simak berikut fungsi dari hormone oligo peptide sendiri.

Fungsi Hormone Oligo Peptide

Adapun fungsi dari hormone oligo peptide di dalam tubuh manusia ini bergantung dari jumlah asam amino yang terdapat didalamnya. Sejumlah diantaranya bisa mengatur hormone, yang mana fungsinya menjadi pembawa sinyal diantara kelenjar menuju ke sel sel lainnya. misalnya seperti pengatur tidur maupun gula darah.
Selain itu, terdapat pula hormone oligo peptide yang fungsinya menjadi antibiotic. Akan tetapi, secara umum berikut ini merupakan fungsinya dari hormone oligo peptide itu dalam tubuh kita, diantaranya :

  • Menjadi hormone yang fungsinya untuk mempercepat sejumlah reaksi kimia yang terdapat di dalam tubuh menjadi biokatalis.
  • Menjadi hormone yang fungsinya untuk mengangkut beragam jenis gas di dalam tubuh. misalnya seperti yang membangun hemoglobin yang ada di dalam sel sel darah merah atau eritrosit.
  • Menjadi hormone yang fungsinya untuk pembentukan tubuh caranya dengan menggabungkan lemak serta zat anorganik. Mislanya fosfor ke fosfolipid.
  • Menjadi hormone yang fungsinya menjadi antibody guna melawan sejumlah zat asing yang telah masuk ke dalam tubuh.

Salah satu jenis dari oligo peptide di dalam tubuh kita ialah polipetida yang termasuk dari nama lainnya protein. Protein tersebut sendiri terdiri dari asam amino yang menghubungkan satu dengan yang lain bersama dengan ikatan peptide sehingga membentuk diri yang menyerupai seperti rantai. Protein ialah zat yang paling penting untuk tubuh manusia sebab memiliki peranan penting di dalam penyusunan tubuh makhluk hidup terutama pada manusia.

Perbedaan Peptide Dan Asam Amino

Berdasarkan dari pengertian, peptide adalah molekul terbentuk dari dua maupun lebih asam amino. Peptida mempunyai ikatan peptide yang pada waktu itu akan membentuk rantai polipeptida. Sedangkan asam amino adalah asam karboksilat yang memiliki gugus namun tidak mempunyai ikatan peptide.

Apabila digambarkan dengan sebuah kalung, asam amino ialah manik manik. Apabila digabungkan, maka bentuknya asam amino dari protein yakni digambarkan kalung tersebut. Akan tetapi, hal ini tidak akan membentuk bila tidak terdapat ikatan peptide. Dengan begitu maka perbedaannya jelas walaupun saling berkaitan.

Peptide pun dapat bersifat terikat, ikatan tersebut bentuknya antara dua molekul asam amino saat gugus karbosil dengan amino yang bereaksi bersama gugus asam amino lainnya dengan melepaskan molekul air. Dua asam amino ini melalui proses kondensi sampai akhirnya bentuknya dipeptide. Kondensi adalah proses berdekatan dua asam amino yang kehilangan hydrogen serta oksigen dari gugus karbosil atau COOH serta asam amino yang lain kehilangan dari gugus amino (NH2). Dari reaksi tersbeutlah dihasilkan molekul H2O serta dua asam amino yang bentuknya ikatan dipeptide (-CO-NH-).

Perbedaan yang lain ialah kadang proteinnya memiliki struktur 3 dimensi stabil. Dan sebaliknya peptide tanpa diatur dalam struktur 3 dimensi yang stabil. Selain itu, peptide memiliki panjang kurang lebih 100 asam amino menjadi primer, tersier, sekunder serta kuartener. Dan seluruh peptide pasti masuk dalam rantai linier.

Salah satu dari jenis peptide ialah polipeptida yang termasuk nama lain protein. Polipeptida tersusun dari asam amino – asam amino yang saling terhubung satu dengan lainnya bersama ikatan peptide sehingga membentuk diri menyerupai rantai. Protein adalah zat yang paling penting untuk kehidupan makhluk hidup, terutama manusia. Asalnya dari bahasa yunani yakni protos atau proteos yang mempunyai arti utama atau yang pertama. Disebut demikian sebab protein mempunyai peran yang penting dalam penyusunan tubuh makhluk hidup. Jika kekurangan protein ini makan akan mengakibatkan sakit. Hal tersebut bisa menimbulkan pula kematian bila kekurangan sudah mencapai tingkat parah.

Pembentukan Peptide Dari Hasil Penggabungan

Dua molekul asam amino bis asaling berikatan membnetuk ikatan kovalen lewat suatu ikatan amida, yakni dikenal sebagai peptide. Apabila 3 molekul asam amino ini menggabungkan maka terbentuklah 2 ikatan peptide. Apabila ada 4 molekul yang gabung sehingga terbentuklah 3 ikatan peptide.

Proses pembentukan tersebut dapat terus berlanjut bergantung dengan jumlah molekul asam amino yang ada. Semakin banyak, maka ikatannya membentuk rantai polippeptida. Jadi bisa disimpulkan bahwa bila polipeptida ini termasuk polimer yang tersusun atas sejumlah peptide. Dari satu maupun lebih polipeptida tersbut bisa membentuk protein mislanya enzim.

Demikianlah kawan ulasan yang dapat penulis sampaikan untuk kalian semua tentang hormon oligo peptida : penjelasan dan fungsinya. jadi hormone oligo peptide ini merupakan suatu molekul yang bentuknya dari dua maupun lebih asam amino. Semoga bermanfaat.

Baca juga: