Daur Hidup Lalat – Pengertian, Proses dan Faktor yang Mempengaruhinya Lengkap

Posted on

Daur Hidup Lalat dan Faktor yang Mempengaruhinya Terlengkap

Daur hidup lalat dan faktor yang mempengaruhinya – semua makhluk hidup di dunia ini masing masing pasti melakukan regenerasi supaya bisa mempertahankan keberadaannya. Seperti halnya pada lalat, yang meregenerasi secara bertelur. Adapun cara lalat dalam mempertahankan hidupnya ialah dengan mengalami metamorfosis secara sempurna. Metamorfosis sempurna ialah makhluk hidup yang mengalami daur hidup melalui 4 tahap utama, yakni tahap telur, tahap larva, lalu tahap pupa dan sampai tahap akhir. Berikut ini adalah daur hidup lalat dan faktor yang mempengaruhinya secara lengkap dijelaskan dibawah ini :

Daur Hidup Lalat

1. Tahap telur

Pada tahap ini berlangsung begitu singkat, yakni 12-24 jam. Seekor lalat betina langsung menghasilkan telur sekitar 75-150. Bentuknya lonjong ukurannya 0,5 mm dan berwarna putih bening dimana bagian ujungnya ada 2 antena kecil berbentuk sendok berfungsi mempertahankan telur supaya tidak tenggela.
Untuk jangka waktunya telur menetas tergantung suhu dan kelembapan tempat. Jika suhunya panas akan cepat menetas, dan begitu sebaliknya.

2. Tahap larva

Didalam tahap larva terdiri dari 3 sub tahap, yakni :

Tahap I

Tahap ini telur menjadi instar I, warnanya putih lonjong berukuran 2mm. gerakannya mirip cacing sebab tidak punya kaki dan mata, namun punya mulut dan taring yang berfungsi untuk makan. Selain itu pula mempunyai sebuah spirakel anterior. Instar I butuh makan banyak guna mempercepat prosesnya. Setelah 1-2 hari ia akan melepas kulit dan berubah jadi instar II.

Tahap II

Instar II berukuran 4-5mm dan cirinya sama dengan instar I. namun, instar I mempunyai mulut lebih besar. Bagian spirakelnya ada benjolan kecil. Selama beberapa hari ia akan mengelupas dan berubah ke instar III.

Tahap III

Instar III berukuran 12mm/ lebih bergantung yang dikonsumsinya. Cirinya juga sama, hanya saja mempunyai kutikula lebih pendek dank eras serta kepalanya menghilang sebab akan berubah jadi pupa. Di tahap ini larva lebih lincah bergerak, supaya cepat tumbuh jadi pupa/ kepompong.

3. Tahap pupa

Pada tahap ini, jaringan larva tumbuh lebih dewasa. Stadium ini berlangsung 3-5 hari bergantung pada suhu yang ditempati. Namun regenerasi yang cepat ialah 26-33˚C.
Dalam tahap pupa, larva tersebut akan berubah warnanya jadi coklat kehitaman sehingga membentuk pupa. Setelah beberapa waktu, akan terlihat celah kecil di bagian anterior kemudian lalat muda keluar.

4. Tahap akhir

Nah, pada tahap akhir ini menjadi tahap lalat dewasa. Lalat muda akan keluar dan tumbuh menjadi lalat dewasa. Proses ini secara singkat hanya 15 jam, dan lalat dewasa ini umurnya juga singkat cukup bertahan 2-4 minggu saja. Hal ini disebabkan pengaruh susu udara, sumber makanan dan kelembapan tempat. Terkadang lalat dewasa ini segera melangsungkan perkawinan supaya terus menghasilkan keturunan.

Faktor yang Mempengaruhi

Adapun faktor yang dapat mempengaruhi daur hidup lalat ialah diantaranya :

1. Suhu

Siklus hidup pada lalat ini secara optimal akan berlangsung dalam kurun waktu 8-11 hari saja, namun hal tersebut jika suhu pada tempat tadi adalah 25-28 derajat Celcius. Sementara waktu yang diperlukan untuk perkembangan telur hingga menjadi dewasa setidaknya memerlukan waktu 7 hari di suhu 28-30 derajat Celcius, namun akan lebih cepat lagi jika suhunya diatas adalah 30 derajat Celcius. Jika suhunya paling rendah, maka perkembangannya menuju ke lalat dewasa sangatlah lama, apalagi memerlukan waktu hingga 50 hari.

2. Makanan

Makanan yang dikonsumsinya pula mempengaruhi jumlah serta perkembangan telur lalat tersebut. Semakin banyak yang dikonsumsi makanan dan nutrisi yang terkandung, maka akan semakin cepat pula dan semakin besar lalat dewasa nantinya, begitu pula sebaliknya. Beberapa kasus sudah menyatakan bahwa larva yang mengalami kekurangan nutrisi maka akan gagal jadi lalat dewasa secara sempurna.

3. Cahaya

Intensitas cahaya juga dapat mempengaruhi pertumbuhan larva. Biasanya lalat lebih dominan suka di tempat yang remang remang, yang mana cahayanya tidak terlalu gelap dan tidak terlalu terang pula. Jika cahayanya terlalu tinggi maka akan mempengaruhi keterlambatan di fase bertelur, lalu jika cahayanya terlalu gelap maka akan berpengaruh pada pertumbuhannya.

4. Medium

Medium yang dimaksud disini ialah tingkat kekentalan terhadap media tempat lalat tersebut bertelur. Jika medium tersebut yang terlalu encer, maka akan berdampak terhadap jumlah telurnya, namun tidak memberikan pengaruh terhadap siklusnya. Dari penelitian yang sudah dilakukan, berpendapat bahwa lamanya waktu hidup seekor lalat baru ini akan lebih sedikit jika lalat dewasanya ada di medium yang encer.

Selain itu, ada perbedaan pada lalat betina dan lalat jantan. Berikut ialah perbedaannya :

  • Ukuran – Ukuran dari lalat jantan ini cenderung lebih kecil daripada lalat betina.
  • Sayap – lalat betina mempunyai sayap yang lebih panjang daripada dengan lalat jantan.
  • Abdomen – lalat jantan ada 3 ruas abdomen, sementara pada lalat betina ada 6 ruas abdomen. Jika lalat betina di bagian ujung abdomennya runcing, maka lalat jantan di ujung abdomennya tumpul serta lebih hitam
  • Sex Comb – lalat betina tidak mempunyai sisir kelamin (sex comb), sementara lalat jantang ada sisir kelamin yang dijumpai di kaki yang ada rambut rambutnya.

Itulah materi tentang daur hidup lalat dan faktor yang mempengaruhinya jangka waktu lalat mulai dari bertelur sampai perkembangannya menjadi lalat dewasa. Semoga bermanfaat !

Baca juga: